Central Data Technology
EN | ID
Blog 6 min read

Multi-Factor Authentication (MFA): Pengertian dan Cara Kerjanya dalam Mencegah Serangan Phishing

A

Administrator

Tim Redaksi

Dipublikasikan

Aug 14, 2024

Multi-Factor Authentication (MFA): Pengertian dan Cara Kerjanya dalam Mencegah Serangan Phishing

Selama beberapa tahun terakhir, berbagai jenis ancaman siber terus mengintai pengguna internet, salah satunya serangan phishing . Menurut laporan cnnindonesia.com , Kapersky menemukan peningkatan serangan phishing hingga 40 persen selama 2023, yang diketahui terjadi melalui aplikasi bawaan seperti platform AI berbasis chat dan melalui link untuk memancing korban mengunjungi web palsu.   Satu lapisan keamanan seperti password tidak cukup kuat menghadapi serangan ini. Oleh karena itu, Anda membutuhkan pendekatan keamanan yang lebih kuat dan berlapis untuk menjamin hanya Anda atau orang-orang yang berhak mengakses data dan sistem, baik untuk kepentingan pribadi atau bisnis.   Salah satu solusi yang popularitasnya kian meningkat adalah Multi-Factor Authentication (MFA). MFA adalah metode keamanan yang dinilai lebih secure dibanding metode autentikasi biasa. Apa itu MFA dan bagaimana cara kerjanya? Simak selengkapnya di bawah ini.

Apa Itu Multi-Factor Authentication (MFA)?

Multi-Factor Authentication atau MFA adalah sebuah metode keamanan dengan melakukan verifikasi berlapis ketika masuk atau login ke dalam suatu sistem, sehingga Anda tidak hanya memasukkan password saja, namun terdapat langkah lainnya seperti menjawab pertanyaan rahasia, memindai sidik jari, atau memasukkan kode tertentu yang dikirim ke email atau nomor telepon Anda.   MFA bisa mencegah berbagai serangan siber termasuk phishing , sebab ketika password Anda sudah dicuri, masih ada lapisan keamanan lain yang bisa melindungi data-data Anda.

Mengapa Perlu Menggunakan MFA?

Saat ini, hampir seluruh informasi penting tersimpan secara online , seperti nama lengkap, alamat, nomor kartu kredit, dan berbagai hal penting lainnya yang sering menjadi target pencurian. Jika data ini dicuri, risikonya bisa sangat besar karena data bisa tersebut bisa disalahgunakan untuk melakukan penipuan atas nama pemilik yang bersangkutan.  Penggunaan Multi-Factor Authentication dalam bisnis dapat melindungi data-data tadi dengan lebih baik, sehingga kegiatan atau transaksi yang dilakukan secara online dapat dilakukan dengan lebih aman. Langkah ini juga bisa mencegah data loss bagi perusahaan.

3 Jenis Multi-Factor Authentication

Secara umum, Multi-Factor Authentication terbagi menjadi tiga jenis, yaitu knowledge , possession , dan inherence factor . Berikut adalah penjelasannya.

1. Knowledge Factor

Faktor pengetahuan atau knowledge merupakan metode verifikasi yang dilakukan user dengan memasukkan informasi yang hanya ia ketahui, seperti password , PIN, atau jawaban dari pertanyaan keamanan yang pernah dibuat sebelumnya, seperti nama kandung ibu atau lainnya.

2. Possession Factor

Dalam faktor kepemilikan, user harus membuktikan identitasnya dengan memasukkan One Time Password (OTP) yang dikirim ke device lain yang Anda miliki, email , nomor telepon, atau hardware token .

3. Inherence Factor

Inherence factor mencakup identifikasi dengan karakteristik fisik atau biometrik user yang sulit direplika oleh orang lain, seperti fingerprint , pengenalan wajah, scan retina atau iris mata, suara, atau analisis perilaku.

Bagaimana Cara Kerja Multi-Factor Authentication?

Proses Multi-Factor Authentication (MFA) mencakup beberapa kegiatan seperti registrasi identitas, autentikasi, sampai verifikasi. Berikut adalah cara kerja MFA.

Registrasi

Langkah pertama adalah pembuatan akun dengan memasukkan username dan password . Setelahnya, Anda diminta untuk menghubungkan akun Anda dengan mobile device yang Anda miliki atau email , nomor telepon, atau kode authenticator app .

Autentikasi

Setelah memperoleh akun, Anda bisa login ke dalam akun dengan username dan password atau disebut sebagai knowledge factor . Jika sistem memverifikasi password yang Anda masukkan, selanjutnya Anda akan terhubung ke device lain dan diminta untuk memasukkan kode tertentu yang dikirimkan ke device tersebut.

Reaksi

Jika sudah memasukkan kode yang dikirimkan ke device Anda dengan benar, Anda bisa memperoleh akses ke sistem. Inilah yang disebut dengan Multi-Factor Authentication.  Selain Multi-Factor Authentication, ada metode keamanan lain yang disebut Two-Factor Authentication (2FA). Apa berbedaannya dan mana yang paling aman? Baca selengkapnya di bawah ini.

Multi-Factor Authentication (MFA) vs. Two-Factor Authentication (2FA)

MFA dan 2FA sering disamakan, meski demikian keduanya memiliki perbedaan yang signifikan, yakni pada jumlah faktor keamanan yang digunakan dalam proses autentikasi.   Seperti namanya, Two-Factor Authentication hanya memerlukan dua bentuk verifikasi, contohnya password dan kode yang dikirimkan ke perangkat Anda. Sementara, Multi-Factor Authentication dapat menggunakan dua atau lebih faktor autentikasi, yang membuatnya jauh lebih aman ketimbang sekadar menerapkan 2FA.   Implementasi MFA pada sistem dapat melindungi data atau informasi Anda dari berbagai serangan. Selain itu, apa saja manfaat yang bisa Anda peroleh?

3 Manfaat Penerapan MFA untuk Bisnis

MFA memberikan banyak manfaat untuk pengguna device yang bisa melindungi, mematuhi standar regulasi, dan memberi peringatan akan ancaman. Berikut tiga manfaat penggunaan MFA untuk bisnis.

1. Tingkatkan Keamanan Akses

Serangan siber yang terus meningkat menjadi ancaman bagi setiap pelaku bisnis. Dengan menerapkan MFA sejak awal, Anda bisa mengurangi risiko kehilangan data akibat akses tidak sah, serangan siber, atau human error. 

2. Tingkatkan Kepatuhan pada Standar Regulasi

Implementasi MFA pada sistem perusahaan Anda membuktikan bahwa Anda peduli dan mematuhi aturan tentang perlindungan data serta privasi pelanggan.

3. Beri Respons Ancaman Lebih Cepat

Ketika ada pihak yang mencoba login ke data Anda secara tidak sah, sistem MFA dapat mendeteksi dan memberi peringatan segera. Cara ini dapat membantu bisnis Anda mendeteksi dan memitigasi ancaman dengan cepat.

Baca Juga: Begini Cara Praktis Jaga Keamanan Siber dan Pelindungan Data Pribadi di Sektor Publik

Meski memberikan banyak manfaat, Anda tidak dapat merasakannya jika tidak menggunakan solusi MFA yang tepat. Gunakanlah solusi dari provider yang mendukung standar autentikasi keamanan yang tinggi, sehingga Anda bisa terhindar dari berbagai macam serangan seperti serangan phishing atau penipuan lainnya. Oleh karena itu, kami merekomendasikan MFA dari Akamai untuk melindungi informasi bisnis Anda.

Akamai Multi-Factor Authentication (MFA)

Multi-Factor Authentication (MFA) dari Akamai menawarkan solusi perlindungan aplikasi dan data bisnis Anda dengan tambahan lapisan keamanan yang dirancang berdasarkan standar FIDO2. Standar autentikasi yang dikembangkan oleh FIDO Alliance ini dapat meningkatkan keamanan dan kenyamanan dalam proses MFA.  Kelebihan MFA dari Akamai adalah Anda tidak memerlukan kunci fisik FIDO2, sehingga implementasi MFA menjadi lebih mudah dan hemat biaya. Sebagai gantinya, autentikasi dapat dilakukan melalui aplikasi smartphone , memberikan pengalaman yang lebih praktis bagi pengguna.

Keunggulan dari Akamai MFA

Berikut adalah beberapa keunggulan yang bisa Anda dapatkan dengan menggunakan Solusi MFA dari Akamai:

  • Kurangi Risiko dengan Autentikasi FIDO2: Faktor autentikasi FIDO2 dapat menimalisir serangan phishing dan penipuan
  • Turunkan Total Cost of Ownership (TCO): Tidak memerlukan hardware tambahan, cukup smartphone dan browser web
  • Implementasi Cepat: Deploy cepat dengan aplikasi MFA Akamai yang sudah ada di smartphone Anda
  • User Experience yang Lancar: UX yang lancar dengan smartphone dan push notification yang familiar
  • Lindungi Investasi MFA di Masa Depan: Layanan berbasis cloud yang mendukung FIDO2 untuk digunakan di masa mendatang, seperti autentikasi tanpa password
  • Dukung Keamanan Zero Trust: Terapkan protokol autentikasi dan otorisasi terkuat dengan integrasi solusi ZTNA dan SWG dari Akamai

Fitur dari Akamai MFA

Berikut adalah fitur utama dari Akamai MFA:

  1. Push Notification FIDO2 MFA Anti-Phishing: Push notification anti phishing di smartphone apa pun untuk menghalau serangan
  2. Faktor Autentikasi yang Bisa Dikostumisasi: Konfigurasi secure push , standard push , OTP, TOTP, SMS, dan biometrik
  3. Integrasi Mudah: Kemudahan integrasi dengan solusi IdP dan IAM
  4. Otomatisasi Workflow Provisioning: Otomatiskan workflow provisioning user untuk menjamin perubahan di IdP
  5. Reporting Mendalam: Fitur pelaporan yang memudahkan tim administrasi mendeteksi aktivitas autentikasi
  6. Registrasi Mudah: Mudah didaftarkan pada device Anda, sehingga mengurangi beban administrator
  7. MFA Berbasis Cloud: Solusi MFA berbasis cloud yang lengkap

Dapatkan Solusi MFA dari Akamai Hanya di CDT

Segera tingkatkan perlindungan data Anda dengan Multi-Factor Authentication (MFA) dari Akamai . Tim berpengalaman dan bersertifikat Central Data Technology (CDT) akan siap membantu Anda men- deploy dan membantu Anda mulai dari tahap konsultasi hingga dukungan after sales , untuk menghindari trial dan error .   Tertarik menggunakan MFA dari Akamai ? Hubungi kami di sini untuk konsultasikan kebutuhan Anda.

Penulis: Anggita Olivia Herman – Content Writer CTI Group

 

Yang Mungkin Anda Sukai

Rekomendasi artikel terbaik dari pakar industri kami.

Data Governance: Fondasi Penting untuk Data yang Aman, Rapi, dan Siap Audit
Blog
Jun 30, 2026 4 min

Data Governance: Fondasi Penting untuk Data yang Aman, Rapi, dan Siap Audit

Di era digital, data menjadi salah satu aset paling berharga bagi organisasi. Namun, semakin banyak data yang dimiliki, kian besar pula tantangan dalam mengelolanya. Mulai dari menjaga kualitas data, memastikan keamanan informasi, hingga memenuhi regulasi yang berlaku, semuanya membutuhkan pendekatan yang terstruktur. Di sinilah peran data governance menjadi sangat penting. Data governance membantu organisasi memastikan […]

A
Administrator
Baca Selengkapnya
Shadow IT Semakin Marak di 2026, Sudahkah Bisnis Anda Siap Menghadapinya?
Blog
Jun 29, 2026 4 min

Shadow IT Semakin Marak di 2026, Sudahkah Bisnis Anda Siap Menghadapinya?

Transformasi digital mendorong adopsi teknologi yang semakin cepat. Karyawan kini dapat mengakses berbagai aplikasi cloud, platform kolaborasi, hingga tools berbasis AI hanya dalam hitungan menit. Namun, kemudahan ini juga memunculkan risiko baru yang sering luput dari perhatian, yaitu shadow IT dan shadow AI. Ketika teknologi digunakan tanpa persetujuan atau pengawasan tim IT, bisnis kehilangan visibilitas […]

A
Administrator
Baca Selengkapnya
Implementasi Agentic AI: Apa yang Perlu Dipersiapkan Enterprise untuk Autonomous IT?
Blog
Jun 28, 2026 7 min

Implementasi Agentic AI: Apa yang Perlu Dipersiapkan Enterprise untuk Autonomous IT?

Pembahasan tentang AI di kalangan enterprise telah berkembang jauh dalam beberapa tahun terakhir. Jika sebelumnya fokus utama adalah bagaimana AI dapat membantu menghasilkan konten, menjawab pertanyaan, atau mempercepat pekerjaan tertentu, kini organisasi mulai mencari sesuatu yang lebih besar, yaitu AI yang mampu menjalankan proses secara mandiri dan mendukung operasional bisnis dengan intervensi manusia yang minimal. […]

A
Administrator
Baca Selengkapnya